Laman

Senin, 15 April 2013

Resensi Film 5 CM

Director: Rizal Mantovani

Release: 12 Desember 2012

Genre: Drama

Diangkat dari Novel National Bestseller '5cm' karya Donny Dhirgantoro

Casts: Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Igor Saykoji, Denny
Sumargo, Pevita Pearce.

Sinopsis

17 Agustus di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat 2 cinta, sebuah mimpi
mengubah segalanya.

Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian adalah lima remaja yang telah
menjalin persahabatan belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka berlima
merasa jenuh dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya
memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasig  satu sama lain
selama tiga bulan lamanya.

Resensi

(WARNING: SPOILER!)

Kisah ini menceritakan lima sahabat yang masing-masing memiliki
keunikan tersendiri dan bergabung, bermain, bersahabat lamanya menjadi
kekuatan persahabatan yang utuh. Film ini berdasarkan novel yang
berjudul sama karya Donny Dhirgantoro. Resensi ini merupakan sebuah
resensi film, jadi tidak dihubungkan dan tidak dibandingkan dengan
novelnya. Penilaian yang dilihat dari film.

Akting yang saya suka dari keenam sahabat tersebut yaitu Herjunot
sebagai Zafran. Dia mendalami peran yang begitu penting dan dibawakan
sangat bersemangat saat mengeluarkan kalimat didepan kening 5cm. Untuk
Ferdi sebagai Genta entah kenapa saya melihat dia kurang mendalami
akting yang dibawakan, kharisma Genta masih kalah dibanding karakter
lelaki yang lain, entah cerita dari bukunya seperti apa, tetapi saya
ingatkan, saya menilai dari segi film bukan buku. Ada beberapa scene
yang memang mengulang saat mulai mendaki saat pagi gelap tiba.
Menampilkan Mahameru dan sekitarnya kurang diekspos secara luas, hanya
sebagian yang kita lihat. Ada kecerobohan disalah satu adegan di
stasiun kereta, saat Ian mengejar kereta yang sudah bergerak maju, dia
mengejar pintu masuk yang sudah ditunggu teman-temannya, tetapi
dibelakang ada pintu masuk yang terbuka. Seharusnya bila ingin
terlihat lebih baik, Ian bisa langsung lewat pintu masuk yang
dibelakangnya. Tetapi mungkin demi keselamatan Ian tidak ingin
mengambil resiko bila terjadi kecelakaan karena tidak ada yang menarik
Ian masuk. Karena badan Ian gemuk, jadi sulit dikendalikan.

Humor, tingkah laku, dan percakapan yang terjadi bisa dianggap sebagai
keseharian yang pernah terjadi di dunia nyata, tetapi tetap ada bagian
yang memang tidak pantas terjadi di dunia nyata. Riani yang merupakan
perempuan sendiri selalu menjadi bagian yang terlindungi daripada
teman-temannya. Mereka berlima semuanya telah lulus masa kuliahnya,
tetapi hanya Ian yang belum. Ian terlalu sibuk mengerjakan hal lain
seperti bermain game, menonton film yang 'biru' dan uniknya selalu
suka makan mie. Keunikan perempuan yang paling cantik ini, Riani
selalu meminta kuah mie temannya. Arial yang memiliki tubuh atletis,
bila kenalan dengan wanita lain, selalu grogi. Zafran memiliki
keunikan berbeda pastinya, dia seorang yang puitis, dan menyukai
adiknya Arial bernama Dinda. Hubungan mereka berdua selalu datar,
hanya hubungan jalan di tempat. Genta, yang merupakan pekerja rajin
dalam perusahaan bersama Riani, selalu terdiam bila bertatap-tatapan
dengannya, dia menyukai Riani tapi tidak bisa diungkapkan walaupun
mereka sudah kenal lama.

Pada suatu malam mereka main kerumah Arial, berkumpul ditempat mereka
biasa ngobrol dan bersantai ria. Tanpa disangka-sangka Genta mempunyai
sebuah gagasan yang bikin mereka merasa sedih sekaligus bimbang. Genta
ingin mereka berlima selama tiga bulan tidak boleh bertemu maupun
berkomunikasi dengan cara apapun. Selama itu kita harus melakukan
kegiatan yang ingin dicapai tanpa berhubungan dengan mereka berlima.
Riani merasa dia tidak kuat tanpa mereka semua yang selalu bersama
dalam berkegiatan maupun berkomunikasi. Ian setuju, karena dia ingin
menyelesaikan skripsinya yang telah lama dia abaikan. Dengan begitu
dia bisa fokus akan kegiatanannya dengan menyelesaikan skripsi hingga
sidang.

Kerja keras Ian sempat mengalami cobaan, tetapi Ian tetap tidak
menyerah dia terus berusaha karena orang tua Ian telah merestui Ian
untuk kuliah S2 di Manchester. Ian patah semangat saat dia memberi 300
lembar kuesioner ke salah satu perusahaan. Kuesioner Ian tentang SDM.
Tetapi, disini kita bisa liat bahwa putus asanya kita, bila ada orang
yang meminta bantuan ke kita, kita harus menolongnya, bukan karena
putus asa kita jadi enggan menolong sesama. Ada salah seorang yang
bekerja di tempat tersebut, dia ingin meminjam Dongkar ke Ian, tetapi
Ian cuek, akhirnya dia meminjamkan dongkar milik Ian, dan kebetulan
dia bekerja dalam mengurus SDM. Cocok seperti kuesioner yang Ian
teliti.

Sementara itu Zafran sibuk menelpon adiknya Arial, namanya Dinda.
Zafran selalu menelpon Dinda dengan obrolan yang itu-itu saja. Disini
ada scene yang menarik dimana Zafran sedang random chat dengan salah
satu akun untuk curhat. Bisa dibilang mirip 'MIRc' gitu. Ternyata
Zafran bisa dibilang sedang ber-chat dengan Riani, yang scene
selanjutnya menuju Riani yang sedang di kantor menunggu hujan reda.
Sama yang sedang diobrolkan di chat Zafran. Riani memang sangat sedih
akan keputusan tersebut. Dia merindukan sahabt-sahabatnya.

                Selama satu bulan mereka semua mengalami kegiatan yang
tidak biasa. Terutama Arial, pada saat dia sedang nge-gym, dia
berhasil kenalan dengan seorang wanita bernama Nindi. Dia berani
mengajak Nindi ke villa puncak orang tuanya. Tetapi dengan sopan
mengajak Nindi, tanpa ada hal yang macam-macam. Kisah mereka ternyata
terus berjalin hingga mendekati akhir film ini.

Tiga bulan lamanya telah berlalu, Genta menghubungi sahabatnya dan
memberitahui mereka, selama seminggu, harus setiap hari latihan lari.
Untuk mempersiapkan diri. Mereka berkumpul di stasiun kereta untuk
keberangkatannya menuju tempat misterius yang Genta janjikan. Mereka
semua telah datang, kecuali Ian yang masih dalam perjalanan. Kereta
sudah bergerak, Ian pada saat itu baru muncul. Ian akhirnya berhasil
naik ke dalam kereta, walaupun kelelalah mengejar kereta yang pada
saat itu belum jauh.

                Rasa penasaran mereka akhirnya terjawab, mereka akan
mendaki menuju puncak Jawa tertinggi, di Mahameru. Mereka tidak hanya
berlima, Arial mengajak adiknya Dinda. Berenam mereka mempersiapkan
diri dari tempat penginapan hingga perjalanan mendaki ke puncak.
Keindahan Mahameru dan sekitarnya begitu menakjubkan. Keindahan alam
Indonesia yang memang tidak ada duanya di mana pun. Sebagai warga
negara Indonesia, patut bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, dari
alam maupun isinya.

                Kelucuan pun terjadi saat mereka sudah sampai di
tanjakan cinta, dinamakan cinta karena bentuk dari tanjakan itu
membentuk simbol 'cinta'. Jika kita menanjak tanpa melihat kebawah dan
memikirkan seorang wanita yang ingin kita miliki, dipercaya
keinginannya akan terwujud.  Zafran dan Ian langsung mendahului,
bayangannya Zafran ingin berpasangan dengan Dindan dan Ian bersama
Happy Salma. Tiba-tiba Genta memanggil mereka berdua dari bawah,
otomatis Zafran dan Ian mengengok kebelakang, beberapa saat mereka
akhirnya sadar, kekonyolan mereka berdua membuat mereka putus asa akan
keinginannya.

Saat menegangkan pun tiba, mereka berlima sudah mencapai kaki
Mahameru. Suhu di tempat tersebut sangat dingin, bila tidak banyak
bergerak, tubuh bisa kaku kedinginan. Arial yang saat itu tidak kuat
lagi, dengan dorongan semangat dari teman-temannya, dia akhirnya bisa
melanjutkan mendaki. Kejadian saat mendaki kembali terjadi, runtuhan
batu dan kerikil mengenai Dinda dan Ian, Dinda mengalami luka
disamping kiri bagian bawah telinga, Ian pingsan karena terbentur
runtuhan batu yang lumayan besar sangat keras dihadapannya. Mereka
berlima menolong Ian, Genta berusaha membangunkan Ian dengan napas
buatannya dan menekan bagian dadanya agar bisa sadar. Zafran yang pada
saat itu sangat terpukul karena sahabatnya sudah tiada, dia berteriak
memanggil Ian, dan Ian pun sadar. Kesadaran yang lucu.

                Setelah semuanya sadar dan kuat, mereka berhasil
mencapai puncak Mahameru, puncak tertinggi di pulau Jawa. Mengibarkan
bendera merah putih, melihat matahari terbit 17 Agustus.

Taruh puncak itu di depan kita, dan jangan lepaskan!
Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh, dan tangan
yang berbuat lebih banyak
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang akan bekerja lebih keras
Serta mulut yang akan selalu berdoa.

Dan setiap kali impian dan cita-cita muncul, letakkan di depan kening kita,
Jangan menempel, biarkan menggantung 5 cm di depan kening,
Supaya tidak terlepas dari mata kita.
Dan yang bisa dilakukan seorang manusia terhadap mimpi dan keyakinannya adalah
Ia hanya tinggal mempercayainya.

Film yang bisa bikin penontonnya lebih menghargai dan meningkatnya
rasa nasionalis bangsa Indonesia. Film yang patut ditonton bersama
sahabat maupun keluarga. Banyak pesan dan moral yang bisa kita ambil
dalam film 5cm ini.

sumber :

http://refinwiedjaya.wordpress.com/2012/12/24/resensi-film-5cm-2012-by-rizal-mantovani/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar